Prajurit TNI yang Ikut Pilkada Harus Pensiun Dini

Jakarta-SuaraNusantara

Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Mayjen TNI M. Sabrar Fadhilah menegaskan, prajurit TNI yang ingin terjun ke dunia politik harus pensiun dini dari kedinasan. Setelah kembali menjadi warga sipil maka ia dapat menggunakan hak politiknya untuk maju di Pilkada 2018.

“Keinginan berpolitik merupakan hak perorangan yang diatur oleh undang-undang. Namun prajurit TNI sendiri apabila ingin terjun ke dunia politik harus pensiun dari kedinasan TNI,” ujarnya usai menghadiri Perayaan Natal Bersama Keluarga Besar TNI se-Gartap 1/Jakarta Tahun 2017, di GOR Ahmad Yani Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Jumat (12/1/2018).

Sabrar menjelaskan, proses pengajuan pensiun dini melewati beberapa tahapan termasuk tahap meminta persetujuan pimpinan TNI dan Presiden. Dia mencontohkan Pangkostrad Letjen TNI Edy Rahmayadi yang juga melewati proses pengajuan pensiun dini proses dan sudah disetujui oleh Presiden.

Lebih lanjut dijelaskan Sabrar, prajurit TNI yang pengajuan pensiun dininya telah mendapat persetujuan, apabila ternyata tidak lulus verifikasi KPU, maka tidak dapat berdinas kembali di TNI. “Karena belum ada aturannya (untuk bisa berdinas kembali setelah pensiun dini,” katanya.

Penulis: Askur

 

arta-SuaraNusantara

Baca Juga: