Pemprov Bengkulu Berencana Bangun Pelabuhan Umum di Muara Sungai Ketahun

Foto: Dok: Humas Pemprov Bengkulu

Bengkulu-SuaraNusantara

Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah meninjau Pelabuhan Khusus  Injatama dan Pusat Pendaratan Ikan (PPI) Muara Sungai Ketahun di Bengkulu Utara yang saat ini tidak berfungsi maksimal.

Kunjungannya kali ini untuk memastikan Pelabuhan Khusus Injatama dapat dimaksimalkan dan dikembangkan menjadi  pelabuhan umum  sebagai gerbang pengangkutan komoditas unggulan kabupaten Bengkulu Utara.

Dengan beroperasinya pelabuhan umum  kerjasama antara PT Injatama  dan Pelindo, komoditas produksi bisa disalurkan secara langsung melalui pelabuhan yang ada di Bengkulu tanpa melalui daerah tetangga.

“Pengembangan pelabuhan ini akan dikoneksikan dengan Pelindo agar semua proses transhipment bisa dilakukan di pulau baai,  sehingga eksport komoditas khususnya batubara datanya keluar dari Bengkulu,” ujar Rohidin, di lokasi peninjauan, beberapa saat lalu.

Pelabuhan ini nanti juga diharapkan dapat mengurangi kerusakan jalan yang saat ini dikeluhkan sering masyarakat,  menambah nilai produksi dan memperbaiki neraca eksport import Bengkulu.

Pemanfaatan potensi maritim dengan membangun  pelabuhan  penyangga di beberapa kabupaten memang menjadi salah program  utama  Gubernur Wakil Gubernur Bengkulu sejak awal masa pemerintahannya.

Pelabuhan dinilai sangat strategis menumbuhkan perekonomian di provinsi yang mempunyai garis pantai sepanjang 525 km ini.  Dengan posisi berhadapan langsung dengan samudera  Hindia pembangunan pelabuhan akan menghidupkan jalur angkutan laut di pesisir barat sumatera.

Keseriusan pemerintah Provinsi Bengkulu memaksimalkan potensi kelautan mendapat respon positif dari Presiden Joko Widodo.  Ada 4 pembangunan pelabuhan yang masuk dalam program strategis nasional,  antara lain Pelabuhan Pulau Baai,  pelabuhan Linau Kabupaten Kaur, pelabuhan penyeberangan Pino Raya Bengkulu Selatan dan pelabuhan Bantal Kabupaten Muko-Muko.

Selain meninjau pelabuhan. Plt  Gubernur didampingi  Bupati Bengkulu Utara juga  meninjau lokasi rencana pembangunan PLTU  di lokasi areal bekas pertambangan batubara di desa gunung payung  Kecamatan Ketahun.

“Saya ingin memastikan, ketika pembangunan PLTU berlangsung, tingkat  kerusakan alam yang selama ini akibat tambang itu secara bertahap dilakukan reklamasi dengan baik. selain itu juga memastikan  deposit   sumber energi  batubara  PLTU bisa tercukupi hingga 30 tahun,” katanya.

Pembangkit listrik tenaga uap ini rencananya menghasilkan daya 2×100 mega watt (MW)  yang akan dibangun oleh PT. Ketahun Daya Energi.

Dikatakan kepala dinas ESDM provinsi Ahyan Endu,  saat ini proses pembangunan PLTU  sedang  dalam pengurusan dokumen dan analisis dampak lingkungan,  ditargetkan  2018  sudah dimulai proses pembangunannya.

“Pembangunan PLTU menurutnya  ini sangat strategis karena bahan baku utama batubara dan ketersediaan air mencukupi,” tutur  Ahyan Endu.

Pembangkit  listrik ini diharapkan mampu mengatasi kekurangan pasokan energy listrik di Provinsi Bengkulu, khususnya Kabupaten Bengkulu Utara.

Menanggapi hal ini Bupati Bengkulu Utara menyatakan kesamaan konsep dan pemikiran dalam rencana pembangunan yag disampaikan Plt Gubernur.

“Kita bersinergi antara pemerintah kabupaten dan provinsi.  Prinsipnya, konsepnya sama apa yang dipikirkan pak plt gubernur, kita lihat aktualisasinya dan akan kita dorong bersama,” tutup Mian.

Kontributor: Ali

Baca Juga: