Pekerja yang Alami Lakalantas Bisa Klaim Santunan di BPJS Ketenagakerjaan

Pekerja bisa mengajukan klaim kepada Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan jika terjadi kecelakaan saat pergi dan pulang dari kantor. (Foto: CNNIndonesia/Safir Makki)

Jakarta-SuaraNusantara

Kepala Divisi Komunikasi Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan, Irvansyah Utoh Banja, memaparkan ada empat program yang ditawarkan perusahaannya saat ini, yaitu Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), Jaminan Hari Tua (JHT), Jaminan Kematian (JKm), dan Jaminan Pensiun.

“Untuk pekerja formal berhak dan wajib atas empat program tersebut. Kalau pekerja informal berhak dan wajib ikut JKK dan JKM, dan opsional untuk JHT,” kata Utoh di Jakarta, baru-baru ini, dikutip dari CNNIndonesia.

Lebih lanjut ia menyebutkan, beberapa manfaat yang bisa diraih dari program JKK, yakni perlindungan risiko kerja dari berangkat hingga pulang kerja, di tempat kerja, dan perjalanan dinas.

Dengan demikian, para pekerja yang mengalami kecelakaan lalu lintas (lakalantas) saat pergi dan pulang dari kantor juga dapat mengajukan klaim kepada BPJS Ketenagakerjaan.

Hampir serupa dengan Jasa Raharja, premi yang dibayarkan kepada BPJS Ketenagakerjaan juga seringkali tidak langsung, tetapi dibayarkan melalui kantor tempat masyarakat itu bekerja.

Namun bagi masyarakat yang tidak bekerja masuk secara pribadi dalam bagian Bukan Penerima Upah (BPU).

Selain itu, BPJS Ketenagakerjaan juga akan memberikan perawatan tanpa batas biaya sesuai kebutuhan medis, santunan upah selama tidak bekerja, santunan kematian sebesar 48x upah, bantuan beasiswa untuk 1 orang anak, dan bantuan untuk kesiapan kembali kerja.

Namun tentunya seluruh manfaat tersebut hanya bisa diraih setelah masyarakat terdaftar dalam program BJS Ketenagakerjaan dan membayar iuran pertama, serta tertib membayar iurannya setiap bulan.

Dalam hal ini, pekerja formal tidak perlu pusing karena biasanya manajemen kantor yang akan mengurusnya melalui pemotongan gaji.

“Untuk pekerja informal, pekerja mendaftarkan secara mandiri di kanal-kanal pendaftaran, seperti kantor cabang, agregator, serta online dengan hanya menyertakan Kartu Tanda Penduduk (KTP), pekerja lalu memilih besaran iuran yang sesuai serta jenis pekerjaan yang dilakukan,” papar Utoh.

Terkait proses klaim, korban kecelakaan bisa langsung dibawa ke Rumah Sakit Trauma Center (RSTC) terdekat tanpa dikenakan biaya sepeserpun.

Jangan takut, jika tidak ada RSTC terdekat maka korban bisa ke rumah sakit terdekat mana pun dan biaya akan ditangguh terlebih dahulu oleh perusahaan tempat korban bekerja.

“Kemudian nanti diklaim ke BPJS Ketenagakerjaan dengan mekanisme pelaporan JKK sesuai tahapannya,” kata Utoh.

Masih dikutip dari CNNIndonesia, beberapa tahapan perlu dilakukan bila seorang pekerja ingin mengajukan klaim kecelakaan kepada BPJS, yakni perlu adanya surat dari kepolisian atau keterangan dari dua orang saksi jika terjadi kecelakaan lalu lintas. Kemudian, korban atau keluarga harus melapor langsung ke BPJS Ketenagakerjaan dengan mengisi formulir kecelakaan kerja (KK) untuk satu laporan awal.

“Setelah selesai semua perawatan dan pengobatan, dilanjutkan pelaporan KK 2 sampai dengan KK 4,” ungkap Utoh.

Penulis: Askur

Baca Juga: