Lanjutan OTT Wali Kota Tegal, KPK Tetapkan Tiga Tersangka Suap

Wali Kota Tegal Siti Masitha (Foto: Dok. KKP)

Jakarta-SuaraNusantara

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan tiga tersangka dalam kasus suap pengelolaan dana jasa kesehatan di RSUD Kardinah dan pengadaan barang jasa di lingkungan Pemerintahan Kota Tegal tahun anggaran 2017.

“Setelah pemeriksaan awal yang dilanjutkan gelar perkara, disimpulkan adanya dugaan tindak pidana korupsi penerimaan hadiah atau janji terkait perizinan dan pengadaan proyek-proyek barang dan jasa di lingkungan kesehatan Pemkot Tegal, penyidik menepatkan tiga orang tersangka,” ujar Wakil Ketua KPK Basaria Pandjaitan di Gedung KPK, Rabu (30/8/2017).

Ketiga tersangka itu adalah Wali KotaTegal Siti Mashita Soeparno, pengusaha sekaligus tangan kanan Siti Masitha, Amir Mirza Hutagalung, serta Wakil Direktur Keuangan RSUD Kardinah, Cahyo Supardi. Khusus Amir Mirza Hutagalung, saat ini dia masih menjabat sebagai Ketua DPD Partai Nasdem Brebes, Jawa Tengah.

Setelah ditetapkan sebagai tersangka, ketiganya langsung ditahan KPK. Mereka ditahan di tempat yang berbeda. Siti Mashita ditahan di Rumah Tahanan KPK, Amir di Polres Jakarta Pusat dan Cahyo di Rutan Pomdam Jaya, Guntur, Jakarta.

Basaria mengatakan, Siti Mashita dan Amir diduga menerima suap dari Cahyo terkait pengelolaan dana jasa kesehatan di RSUD Kardinah dan pengadaan barang jasa di lingkungan Pemerintahan Kota Tegal tahun anggaran 2017. Selain menangkap ketiganya, dalam OTT ini, tim Satgas KPK juga menyita uang sebesar Rp300 juta, yakni Rp200 juta berbentuk tunai dan Rp100 dari rekening Amir.

Diduga uang suap ini dipergunakan Siti Mashita dan Amir Mirza untuk kepentingan Pilkada Tegal 2018. Amir Mirza yang merupakan Ketua DPD Partai Nasdem Brebes merupakan tim sukses pasangan Siti Mashita-Nursholeh dalam Pilkada Tegal 2013-2018 yang diusung Partai Golkar, NasDem dan sejumlah partai lain. Amir Mirza disebut akan mendampingi Siti Mashita dalam Pilkada Tegal.

Sebelumnya, Siti Mashita, Amir dan Cahyo ditangkap dalam operasi tangkap tangan (OTT) yang digelar kemarin, Selasa (29/8). Ada lima orang lainnya yang juga ikut diciduk bersama tiga orang tersangka tersebut. Mereka adalah Agus Jaya, Imam Permana, Umi Hayatun, Imam Mahradi, dan Akhbari Chintya Berlian. Namun kelimanya telah dibebaskan oleh KPK.

Atas tindak pidana yang diduga dilakukannya, Siti Mashita dan Amir Mirza disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau b atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 tahun 1999 sebagaimana telah diubah dalam Undang-Undang Nomor 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. Sementara Cahyo yang ditetapkan sebagai tersangka pemberi suap dijerat dengan Pasal 5 ayat (1) huruf a atau Pas 5 ayat (1) huruf b atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 20/2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Penulis: Yono D

 

 

Baca Juga: