Kadis Pendidikan Nias Selatan Tidak Tahu Berapa Jumlah Siswa Penerima KIP

Nias Selatan-SuaraNusantara

Dinas Pendidikan Kabupaten Nias Selatan mengaku tidak mengetahui berapa jumlah anak sekolah yang terintegrasi penerima Kartu Indonesia Pintar (KIP) ini.

Kepala Dinas Pendidikan melalui Kasi PTK SD Novel Sudiatman Tandal menyampaikan Dinas Pendidikan hanya sebatas operator dan penyampaian data kepada Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

“Yah, kita di sini (Disdik) hanya sebatas operator saja. Saya tidak tahu pasti berapa yang terintergrasi pada KIP ini. Karena yang mengajukan itu adalah sekolah melalui Dapodik (Data Pokok Pendidikan),” kata Tandal kepada wartawan di ruang Kadis Pendidikan, Rabu (27/9/2017).

Tambah Tandal pihaknya hanya menyampaikan informasi kepada pihak sekolah kalau siswanya telah terdaftar sebagai penerima KIP. “Tugas kita hanya menyampaikan kepada sekolah kalau siswanya terdaftar sebagai penerima KIP. Hanya sampai di situ tugas kita,” tambahnya.

Kartu Indonesia Pintar atau KIP merupakan salah satu program sakti pemerintahan Jokowi-JK dalam membantu pelajar yang tidak mampu dan putus sekolah.

KIP merupakan pelaksanaan Program Indonesia Pintar (PIP) yang menjadi program unggulan Presiden Jokowi bagi anak usia sekolah untuk memberikan manfaat pendidikan secara optimal. Sasaran penerima KIP adalah setiap anak usia sekolah (6-21 tahun) baik yang telah bersekolah maupun yang belum terdaftar di sekolah.

Program Indonesia Pintar melalui KIP adalah pemberian bantuan tunai pendidikan kepada seluruh anak usia sekolah (6-21 tahun) yang menerima KIP, atau yang berasal dari keluarga miskin dan rentan (misalnya dari keluarga/rumah tangga pemegang Kartu Keluarga Sejahtera/KKS) atau anak yang memenuhi kriteria yang telah ditetapkan sebelumnya. Program Indonesia Pintar melalui KIP merupakan bagian penyempurnaan dari Program Bantuan Siswa Miskin (BSM) sejak akhir 2014.

Beberapa kriteria sebagai penerima KIP yakni:

  1. Penerima BSM dari keluarga pemegang KPS yang telah ditetapkan dalam SP2D 2014.
  2. Anak usia sekolah (6-21 tahun) dari keluarga pemegang KPS/KKS yang belum ditetapkan sebagai Penerima bantuan BSM.
  3. Anak usia sekolah (6-21 tahun) dari Peserta Program Keluarga Harapan (PKH).
  4. Anak usia sekolah (6-21 tahun) yang tinggal di Panti Asuhan/Sosial.
  5. Anak/santri usia 6-21 tahun dari Pondok Pesantren yang memiliki KPS/KKS (khusus untuk BSM Madrasah) melalui jalur usulan Madrasah.
  6. Siswa Anak usia sekolah (6-21 tahun) yang terancam putus sekolah karena kesulitan ekonomi dan/atau korban musibah berkepanjangan/ bencana alam.
  7. Anak usia sekolah (6-21 tahun) yang belum atau tidak lagi bersekolah yang datanya telah direkapitulasi pada Semester 2 (TA) 2014/2015.

KIP diberikan sebagai penanda/identitas untuk menjamin dan memastikan agar anak mendapat bantuan Program Indonesia Pintar apabila anak telah terdaftar atau mendaftarkan diri (jika belum) ke lembaga pendidikan formal (sekolah/madrasah) atau lembaga pendidikan non formal (Pondok Pesantren, Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat/PKBM, Paket A/B/C, Lembaga Pelatihan/Kursus dan Lembaga Pendidikan Non Formal lainnya di bawah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dan Kementerian Agama).

KIP ini diterima dan tersebar mulai Sabang hingga Merauke termasuk di dalamnya adalah Kabupaten Nias Selatan.

 

Penulis: Wilson Loi/Net

 

Baca Juga: