Jokowi: Jakarta-Sukabumi Butuh 7 Jam Gara-gara Macet

Presiden Jokowi saat serahkan sertifikat ke warga di Sukabumi, Jawa Barat, Kamis (31/8). (Foto: BPMI)

Sukabumi-SuaraNusantara

Presiden Joko Widodo prihatin dengan masalah kemacetan lalu lintas di jalur Jakarta-Sukabumi yang semakin parah. Sampai tahun 2007 silam, hanya dibutuhkan waktu sekitar 2 jam untuk mencapai wilayah Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Namun kini dengan jarak yang sama diperlukan waktu hingga 7 jam. Itu baru ke kabupatennya, untuk mencapai Kota Sukabumi, diperlukan waktu tempuh yang lebih  lama lagi.

“Bahkan dari bandara Soekarno-Hatta ke Sukabumi ada yang menyampaikan mencapai sembilan jam,” kata Jokowi kepada wartawan selepas menyerahkan sumbangan sapi kurban kepada pengurus DKM Masjid Agung Sukabumi, Jumat (1/9/2017).

Kondisi kemacetan yang parah ini disebabkan aktifitas hilir mudik truk-truk berukuran besar menyusul berdirinya beberapa pabrik di sepanjang jalan raya utama jalur menuju Kabupaten Sukabumi. Untuk mengakhiri kemacetan tersebut, pemerintah berencana  mempercepat pembangunan jalan tol Bogor-Ciawi-Sukabumi (Bocimi).

Menurut Jokowi, dia telah memerintahkan untuk percepatan pembangunan jalan tol Bocimi agar bisa segera selesai. Dia juga akan memutuskan untuk membangun double track lintasan rel kereta dari Bogor ke Sukabumi.

Jalur dari Jakarta ke Sukabumi semuanya akan dijadikan double track. ”Langkah ini sangat memungkinkan dan tahun ini akan segera dikerjakan, anggarannya Rp 400 miliar,” kata Jokowi.

Sebelumnya Jokowi menunaikan shalat Idul Adha 1438 Hijriah di Lapangan Merdeka Sukabumi. Dalam sambutannya Presiden menjelaskan pemerintah akan membangun infrastruktur transportasi di Sukabumi seperti jalur ganda kereta api, tol Bocimi, dan rencana pembangunan bandara perintis.

Jokowi juga blusukan ke kampung-kampung di Kota Sukabumi, untuk menyambangi warga sekaligus menyerahkan hewan kurban di wilayah itu. Jokowi blusukan ke Kelurahan Kebon Jati dan menyerahkan sapi kurban seberat 851 kilogram.

Ribuan kupon sembako berisi beras, minyak, kopi, teh dan gula juga dibagikan kepada masyarakat sekitar.

Kontributor: Hamidah

 

Baca Juga: