Industri Tekstil Nasional Terus Dikembangkan Hingga Tahun 2035

Dirjen Industri Kimia, Tekstil dan Aneka (IKTA) Achmad Sigit Dwiwahjono pada Pembukaan Integrated Textile Trade Show (INTEX) 2017 serta Home Textile and Furnishing di Jakarta, Rabu (25/10) siang (Foto: Istimewa)

Jakarta-SuaraNusantara

Dalam upaya meningkatkan target pertumbuhan dan kinerja industri TPT (Tekstil dan Produk tekstil) Indonesia di tengah tekanan daya saing dan persaingan global saat ini, Kementerian Perindustrian sudah bekerjasama dengan Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) dan Asosiasi Produsen Synthetic Fiber Indonesia (APSyFI) dalam menyusun peta jalan tentang Program Pengembangan Industri TPT Nasional yang terintegrasi dari hulu sampai hilir untuk jangka waktu sampai dengan tahun 2035.

Selanjutnya, guna meningkatkan supply chain khususnya pasokan bahan baku kapas, Kemenperin bersama dengan beberapa pengusaha tekstil nasional akan melakukan kunjungan kerja ke Amerika Serikat (AS) dalam rangka membahas kerja sama antara AS-Indonesia terkait impor kapas.

Diharapkan dari hasil pertemuan tersebut untuk ke depan impor kapas dari Amerika Serikat dapat ditempatkan di gudang PLB Indonesia, sehingga pasokan bahan baku kapas bagi industri pemintalan dalam negeri dapat memperoleh kemudahan,” jelas Dirjen Industri Kimia, Tekstil dan Aneka (IKTA) Achmad Sigit Dwiwahjono pada Pembukaan Integrated Textile Trade Show (INTEX) 2017 serta Home Textile and Furnishing di Jakarta, Rabu (25/10/2017).

Sebelumnya, Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto menyatakan, pemerintah juga tengah berupaya membuat perjanjian kerja sama bilateral dengan Amerika Serikat dan Uni Eropa supaya memperluas pasar ekspor TPT lokal.

“Saat ini dalam proses negosiasi untuk bilateral agreement tersebut, karena bea masuk ekspor produk tekstil Indonesia masih dikenakan 5-20 persen, sedangkan ekspor Vietnam ke Amerika dan Eropa sudah nol persen,” tuturnya.

Bahkan, Kemenperin telah mendorong industri TPT nasional agar segera memanfaatkan teknologi digital seperti 3D printingautomation, dan internet of things sehingga siap menghadapi era Industry 4.0. Upaya transformasi ini diyakini dapat meningkatkan efisiensi dan produktivitas, selain melanjutkan program restrukturisasi mesin dan peralatan.

Lebih lanjut, Kemenperin terus berkoordinasi dengan pihak berwenang untuk mengatasi impor ilegal produk TPT dalam bentuk borongan. “Kami juga akan perhatikan dan ada tindakan tegas untuk impor baju bekas yang masuk melalui pelabuhan ‘tikus’,” imbuhnya.

Airlangga optimistis, industri TPT nasional mampu berdaya saing global. “Khusus untuk industri shoes and sport apparel, kita sudah melewati China. Bahkan. Di Brazil, kita sudah menguasai pasar di sana hingga 80 persen,” ujarnya.

Penulis: Yono D

Baca Juga: