Harga BBM di Kabupaten Nias Barat Kini Sama Seperti di Pulau Jawa

Foto: Dok. Kementerian ESDM

Jakarta-SuaraNusantara

Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Kompak di Kecamatan Lahomi, Kabupaten Nias Barat, Kepulauan Nias, Provinsi Sumatera Utara, hari Sabtu (2/11/2017) kemarin diresmikan sebagai lembaga penyalur Bahan Bakar Minyak (BBM) Satu Harga ke-32.

Dampak positif dari SPBU Kompak Lahomi, yang berlokasi di Desa Onolimbu ini akan memudahkan masyarakat sekitar untuk mendapatkan BBM dengan harga yang sama seperti di Pulau Jawa, yaitu Rp 6.450 per liter untuk premium dan Rp 5.150 per liter untuk solar.

Selain itu, warga tidak perlu lagi menempuh jarak sejauh 20 kilo meter (km) ke arah Sirombu dan 50 km ke arah Gunungsitoli untuk membeli BBM yang harganya sekitar Rp 7.000 hingga Rp 9.000 per liter.

Peresmian SPBU Kompak Lahomi sendiri merupakan bagian dari Program BBM Satu Harga yang telah dicanangkan oleh Presiden Joko Widodo, agar harga BBM yang sama dapat dinikmati oleh rakyat di seluruh Indonesia, khususnya di kawasan timur dan daerah 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar).

Direktur Pembinaan Usaha Hilir Minyak dan Gas Bumi, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Harya Adityawarman menjelaskan, Lembaga Penyalur BBM Satu Harga di Nias Barat ini adalah titik ke-32. Berdirinya SPBU ini adalah hasil dari sinergi dari seluruh pihak

“SPBU Kompak Lahomi adalah titik ke-32. SPBU ini tidak akan terbangun kalau tidak ada sinergi antara Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, Pertamina dan pengusaha. Dengan keberadaan SPBU ini tolong dijaga. Ini adalah SPBU pertama di Nias Barat. Jangan nanti BBM diborong atau dijual ke pengecer,” kata Adityawarman dalam keterangan tertulisnya, Jakarta, kemarin.

SPBU Kompak Lahomi memiliki 2 tangki pendam dengan kapasitas masing-masing 15 kilo liter (kl) Premium dan 15 kl Biosolar. Pasokan BBM untuk SPBU ini berasal dari Terminal BBM Gunung Sitoli yang berjarak sekitar 58 kilo dari SPBU Kompak Lahomi.

Sementara itu, Bupati Nias Barat Faduhusi Daely mengucapkan terima kasih atas perhatian Pemerintah Pusat kepada wilayah yang dipimpinnya, mengingat sejak berdirinya Kabupaten Nias Barat 8 tahun lalu, belum ada SPBU yang berdiri di Ibu Kota Kabupaten Nias Barat.

“Kerinduan kami selama ini, sejak Kabupaten ini lahir 8 tahun yang lalu terobati. Selama ini kami hanya menjumpai pengecer,” ungkap Faduhusi.

Penulis: Rio

 

 

Baca Juga: