Belajar dari Pengalaman M. Said, Jemaah Haji Pasca Stroke

Foto: Istimewa

Jakarta-SuaraNusantara

Muhammad Said (65) tahun adalah pensiunan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika, JKG 12 Jakarta. Bersama istri tercinta, dia berangkat haji tahun 2017 ini. Sekilas tidak ada yang aneh dengan keberangkatannya, namun bila diperhatikan lebih seksama, ternyata M. Said pergi berhaji dalam kondisi pasca stroke.

M. Said menceritakan sebelum terkena stroke, dirinya seorang pengajar. Ia hafal ratusan rumus fisika dan kimia. Banyak mempelajari pengetahuan dan merekam dalam ingatan sangat baik. Bahkan dapat menyebutkan rumus rumus itu dengan baik tanpa melihat catatan atau buku.

Kini, setelah stroke menghampirinya, seluruh memori yang pernah tersimpan dalam otaknya hilang habis tak bersisa, termasuk rumus fisika dan kimia yang dapat Ia sebutkan di luar kepala itu.

Lanjut Said, sekarang sekedar huruf abjad saja harus belajar ulang. Mulai mengenali ulang dari huruf A sampai dengan Z. Belajar lagi merangkai huruf menjadi kata, merangkai kata menjadi kalimat, sehingga dapat membentuk pesan yang lengkap.

”Ya, saya harus belajar ulang untuk semua pengetahuan. Saya menyadari bahwa sehebat apapun manusia punya pengetahuan, tak ada apa apanya, apalagi berbangga diri,” kata Said.

Cerita hidup M. Said ini disampaikan kepada Tim Promotif dan Preventif ketika menemani shalat dzuhur di pelataran masjid Nabawi. Ia seorang diri tanpa pendamping. Istrinya shalat di tempat khusus wanita yang berjauhan dengan Said.

Menurut M Said, hidup ini hanya titipan, termasuk ilmu pengetahuan, harta dan jabatan. Karena barang titipan tak layak bagi yang ketitipan merasa bangga atas titipan itu, apalagi menyombongkan diri, seolah miliknya, padahal semua itu hanya titipan Allah semata.

”Allah punya hak untuk menarik atau mencabut nikmat dari siapa saja yang Dia kehendaki, termasuk pengetahuan saya yang sekarang ini saya alami. Masya Allah, Tabarakallah,” jelasnya.

Tak terasa, iqomat dikumandangkan, pertanda shalat dzuhur harus ditegakkan. Setelah shalat, sang istripun datang, setelah berbasa basi, kemudian bertanya, apa yang menyebabkan Tim TPP berada di dekatnya?

”Kami ini anggota Tim Promotif dan Preventif (TPP), memberi penyuluhan kesehatan haji dan membantu jemaah haji yang memerlukan bantuan, saya lihat bapak Said ini sendiri, maka saya menemani,” kata Hari, anggota TPP.

Kepala Bidang Kesehatan PPIH Arab Saudi, dr. Etik Retno Wiyati, MARS mengingatkan kepada semua petugas kesehatan untuk berempati kepada jemaah haji, apalagi bagi mereka yang lansia dan butuh perhatian lebih.

”Siapapun petugas kesehatan harus peduli dengan jemaah haji, apalagi lansia dan risti, sebab keadaan lapangan tak selamanya sesuai dengan prosedur normal, apalagi pelayanan kesehatan haji, terlalu dinamis,” katanya.

Tak Ada Jemaah Terlantar

Sementara itu, informasi dari media sosial perihal jemaah haji asal Jember, Jawa Timur, atas nama Slamet bin Toryeh di Kloter 27, yang dikabarkanditelantarkan Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) ternyata tidak benar. Petugas haji sejak awal sudah memerhatikan anggota jemaah calon haji tersebut.

“Kami sejak awal kedatangan beliau ke Madinah sudah memonitornya. Jadi tidak benar kalau PPIH menelantarkannya,” kata Anggota Perlindungan Jemaah (Linjam) Sektor 4, Daker Madinah, Serka Alpan Arbudi, saat menemani tim Media Center Haji menemui Slamet bin Toryeh di kamar 802 Hotel Al¬†Mukhtarah Tower, Madinah, Kamis (10/8/2017).

Slamet yang berusia 70-an tahun ini menderita penyakit stroke sejak 3,5 tahun lalu, sehingga tidak bisa berdiri tegap. Karena itu, Slamet membutuhkan bantuan kursi roda untuk kegiatan ibadah di luar hotel.

“Setiap hari saya antarkan Beliau ke Masjid Nabawi. Tapi Pak Slamet ini tidak kuat panas dan dingin. Jadi biasanya hanya sekali ke Nabawi,” ujar Serka Alpan yang sehari-harinya berdinas di Kodam Bukit Barisan.

Dia menyampaikan, sangatlah tidak benar jika dibilang PPIH tidak mengurus jemaah. Karena setiap hari jemaah sakit ini selalu diperhatikan petugas haji. “Saya yang mengantarkan Pak Slamet ke Masjid Nabawi,” tegasnya.

Penulis: Cipto

Baca Juga: