Dinas PMD Nias Barat Bantah Arahkan Kades Beli Paket Simdesa

Ilustrasi

Nias Barat-SuaraNusantara

Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Nias Barat dikabarkan mengarahkan seluruh kades untuk mengikuti sosialisasi pengelolaan Sistem Informasi Manajemen Administrasi Desa (Simdesa) yang diadakan CV Era Bangun Jaya. Dalam sosialisasi tersebut, sebanyak 105 kades ditawari untuk membeli paket Simdesa masing-masing dengan harga Rp 48 juta, sehingga bila ditotal jumlahnya mencapai Rp 5 miliar lebih.

Paket Simdesa itu dibagi dalam tiga bagian, yaitu papan informasi monografi dan profil desa, sofware aplikasi keuangan dan administrasi pemerintahan desa, lalu Bimtek, buku perpustakaan desa dan buku Paud. Dari pantauan wartawan, beberapa desa telah membeli dan menerima paket tersebut.

Menurut informasi yang dihimpun dari kesaksian beberapa kepala desa yang minta namanya dirahasiakan, saat sosialisasi digelar, Dinas PMD sudah menyiapkan surat pemesanan produk. Para kades tinggal mengisi surat tersebut untuk melakukan pemesanan.

Beredar informasi, kades yang tidak mau menerima barang tersebut akan dipersulit pada saat pengusulan dan pencarian Dana Desa (DD).

Dikutip dari gosumut.com,  Kadis PMD Sozisokhi Hia membantah adanya intervensi. Ia mengatakan pemesanan dilakukan langsung oleh pemerintah desa dengan perusahaan penyedia. “Kami tidak mencampuri, tidak ada paksaan untuk membeli,” katanya.

Senada dengan Sozisokhi Hia, Bupati Nias Barat Faduhusi Daely, saat dihubungi SuaraNusantara melalui selular, beberapa saat lalu, menegaskan Pemkab Nias Barat tidak pernah turut campur dalam masalah pembelian paket ini.

“Pemkab Nias Barat tidak campur tangan tentang Dana Desa. Mereka (kades) yang menyusun semua APBDes (Anggaran Pendapatan Belanja Desa) sesuai petunjuk teknis yang ditetapkan pusat,” katanya.

Menurut Faduhusi, Pemkab Nias Barat tidak pernah turut campur dalam pembelian/pengeluaran Dana Desa dalam bentuk apapun.

Penulis: Rio

 

Baca Juga: